Cara Menyimpan Beras Agar Awet, Segar, dan Bebas Kutu
EDUKASI


Menyimpan beras dengan cara yang salah bisa menyebabkan beras menjadi berkutu, berjamur, atau kehilangan aroma alaminya. Sebagai bahan pokok utama, menjaga kualitas beras sangat penting agar nutrisi dan rasanya tetap terjaga saat dimasak.
Yuk kita bahas mengenai cara menyimpan beras yang benar agar awet dan tetap segar dalam waktu lama:
Gunakan Wadah yang kedap Udara
Langkah pertama adalah memindahkan beras dari karung ke dalam wadah plastik atau kaca yang kedap udara. Udara yang masuk membawa kelembapan yang bisa memicu pertumbuhan jamur dan mengundang kutu beras untuk bertelur.
Simpan di Tempat yang sejuk dan kering


Beras sangat sensitif terhadap suhu. Hindari menyimpan beras di tempat yang terkena sinar matahari langsung atau di area yang lembap (seperti di bawah wastafel).
Suhu ideal, simpan di area yang kering dengan sirkulasi udara yang baik.
Hindari lantai semen langsung, jika menggunakan karung, beri alas kayu atau palet agar kelembapan dari lantai tidak meresap ke dalam beras.
Gunakan Bahan Alami untuk mengusir Kutu
Jika ingin menghindari penggunaan bahan kimia, kita bisa menggunakan aroma alami yang tidak disukai oleh kutu beras. Masukkan salah satu bahan berikut ke dalam wadah beras:
Daun Salam, aroma daun salam sangat efektif mengusir kutu.
Cabai Merah Kering, aroma pedasnya bertindak sebagai pengusir serangga alami.
Bawang Putih, letakkan beberapa siung bawang putih yang belum dikupas di atas beras.


Pastikan Wadah dalam Keadaan Bersih dan Kering
Sebelum mengisi ulang wadah beras yang baru habis, pastikan untuk mencuci wadah tersebut dan mengeringkannya sampai benar-benar kering. Sisa bubuk beras dari stok lama sering kali menjadi tempat persembunyian telur kutu yang akan menetas dan menyerang beras yang baru.
Terapkan Sistem FIFO (First In, First Out)
Gunakan sistem "Yang Pertama Masuk, Yang Pertama Keluar". Jangan mencampur beras lama dengan beras baru di dalam satu wadah. Habiskan stok lama terlebih dahulu sebelum membuka kemasan yang baru untuk memastikan kesegaran beras tetap terjaga.
Tanda-Tanda Beras Sudah Tidak Layak Konsumsi:
Bau Apek, menandakan adanya kelembapan berlebih atau jamur.
Berwarna Kuning atau Keabu-abuan, menunjukkan kualitas beras sudah menurun drastis.
Banyak Bubuk Putih, biasanya sisa aktivitas kutu yang memakan butiran beras dari dalam.
Fun Factnya, sering kali kutu sudah ada di dalam butiran beras sejak dari penggilingan atau sawah. Mereka hanya menunggu suhu yang hangat dan lembap untuk menetas. Jadi, bukan sulap bukan sihir, mereka memang "penumpang gelap".

